About Us

THE INTERNATIONAL AWARD FOR YOUNG PEOPLE

MOU - IAYP - Copy

Sekilas IAYP (International Award for Young People)

IAYP adalah program pendidikan karakter tingkat dunia, karena telah dikenal di 144 negara. Nama lain dari IAYP adalah DoEA atau Duke of Edinburgh’s Award dan pusatnya di Inggris. Pemimpin DoEA adalah HRH The Duke Of Edinburgh atau Pangeran Phillip serta Kurt Hahn (1996-1974) (Belgutay, 2012). Peserta program IAYP adalah anak-anak muda usai 14-25 tahun. Keikutsertaan dalam program adalah suka rela, dan kegiatan-kegiatannya menyenangkan anak-anak muda. Kegiatannya berjumlah empat yaitu olah raga, ketrampilan, pelayanan masyarakat, dan petualangan. Program ini sebenarnya adalah pertandingan melawan diri sendiri. Oleh karena bersifat pertandingan, maka program ini mempunyai tiga tingkatan yaitu perunggu, perak, dan emas.

Pada tingkat perunggu, kegiatan olah raga, ketrampilan, dan pelayanan masyarakat dilakukan seminggu sekali, minimal 60 menit, selama 12 minggu tanpa jeda. Selanjutnya peserta diminta memilih satu dari tiga kegiatan tersebut untuk dijadikan spesialisasi serta dilakukan selama 12 minggu. Kegiatan petualangan dilakukan selama dua hari satu malam (McMenamin, 2011, Shinta, 2014). Contoh kegiatan petualangan adalah persami atau perkemahan Sabtu Minggu, yang populer dalam program Pramuka. Apabila mahasiswa tidak melakukan kegiatan secara rutin (ada yang terlewati) karena malas atau alasan yang tidak jelas, maka ia harus mengulang kembali semenjak awal.

Apa saja tujuan program IAYP? Program ini mendorong anak-anak muda untuk mempunyai karakter unggul seperti disiplin, menghargai waktu, tidak melakukan prokastinansi (perilaku tidak menunda-nunda), jujur, tabah, peduli pada lingkungan sosial, dan menjunjung komitmen yang telah ditentukannya sendiri (McMenamin, 2011, Shinta, 2014). Selanjutnya manfaat kegiatan petualangan adalah sebagai strategi untuk pembentukan perilaku mandiri dan efikasi diri yang tinggi (Propst & Koesler, 1998).

IAYP di Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.

IAYP lahir di UP45 pada Maret 2011. Pada saat itu, para dosen bersemangat untuk memajukan UP45 dengan cara mendorong pendidikan karakter pada para mahasiswa. Para dosen dilatih menjadi leader. Tugas leader adalah sama seperti kakak pembina dalam dunia pramuka. Dosen-dosen yang terlibat dalam kegiatan IAYP ini merata pada semua jurusan. Pelatihan dilakukan selama satu hari, dan para dosen mendapatkan materi tentang seluk beluk kegiatan IAYP. Selesai pelatihan, apra dosen mendapatkan sertifikat sebagai leader.

Meskipun sudah menyandang predikat sebagai leader, sayangnya kegiatan IAYP tersebut belum terlaksana secara nyata. Hal ini karena para leader tersebut juga disibukkan dengan kegiatan tri dharma perguruan tinggi yang sangat menyita waktu. Para mahasiswa memang mengetahui ada program IAYP, namun mereka tidak mengetahui secara persis pelaksanaannya. Dampaknya adalah program IAYP di UP45 menjadi terhenti.

Kegiatan IAYP menjadi hidup lagi pada Agustus 2012. Para dosen membuat percobaan tentang kegiatan apa saja yang mungkin dilakukan di UP45. Hal ini karena kehidupan sehari-hari para mahasiswa sangat berbeda dengan kehidupan siswa SMA / pondok pesantren. Pada level SMA, program IAYP dapat sukses karena para siswa didorong untuk melakukan kegiatan olah raga, ketrampilan dan pelayanan masyarakat. Tanpa program IAYP, sehari-hari para siswa tersebut memang sudah melakukan tiga kegiatan teresbut, sehingga program IAYP lebih berfungsi sebagai program pendokumentasian kegiatan. Pada level universitas, mahasiswa lebih didorong dalam kegiatan kognitif daripada kegiatan ekstrakurikuler. Dampaknya adalah mahasiswa sangat asing dengan kegiatan IAYP.

Empat mahasiswa pertama yang secara resmi mengikuti kegiatan IAYP pada Juli-Oktober 2012 akhirnya berhasil disemat penghargaan perunggu pada Mei 2013. Mereka adalah Elisa, Ratna Kanyaka Budi Utami (mahasiswa Psikologi UP45), Rauf Wanda Adkhani Nur Rokhman (mahasiswa Teknik Perminyakan UP45), dan Arni Dewi Boronnia (mahasiswa Teknik Perencaan Wilayah dan Kota, UGM). Para mahasiswa tersebut patut untuk dicatat karena merekalah yang berjasa menghidupkan program IAYP di UP45. Mereka jugalah yang menjadi orang coba untuk menentukan jenis olah raga yang paling sesuai untuk para mahasiswa UP45.

Semenjak empat mahasiswa pertama tersebut sukses menyelesaikan level perunggu, maka kini (April 2015), sudah ada 84 mahasiswa yang mengikuti program pendidikan karakter IAYP. Prestasi lainnya adalah sudah ada 37 mahasiswa yang lulus perunggu, 12 mahasiswa lulus perak, dan 10 mahasiswa sedang menjalani level emas.

Prestasi lain yang membanggakan

  • Rauf ke Korea, menjadi peserta IGE (International Gold Event), atas biaya IAYP.
  • Hari Wisuda UP45 di Convention Hotel Yogyakarta. Ada 4 mahasiswa yang diwisuda mendapatkan award perunggu, dan 6 mahasiswa mendapatkan award perak.
  • Rauf Wanda menjadi salah satu lulusan yang cumlaude
  • Aristanti Oktavia Dewi menjadi salah satu peserta dari 5 finalis lomba menulis yang diadakan oleh Universitas Medan.
  • Sulfi dan Wardi menjadi juara pertama lomba debat
  • UP45 mendapatkan jatah 12 mahasiswa untuk beasiswa PPA / BBM tahun akademik 2015. Dari 12 tersebut, 9 mahasiswa (75%) adalah peserta IAYP. Siapa saja mereka?
    1. Juni Wulan Ningsih – sedang emnjalani emas
    2. Singgih Purwanto – sedang menjalani perak
    3. Meria Cucyana Dewi –s edang menjalani perunggu
    4. Iqbalul – sedang menjalani perunggu
    5. Tesya Ridal – sedang menjalani perunggu
    6. Rini / Rinda Yuliani – sedang menjalani perunggu
    7. Nunuk Priyati sedang emnjalani perunggu
    8. Asep Nurjaman – sedang menjalani perunggu
    9. Yusna Hanung – sedang menjalani perak, dan baru saja menang medali perak untuk pertandingan taekwondo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *